Memaparkan catatan dengan label ismat....^_^. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label ismat....^_^. Papar semua catatan

Jumaat, 31 Mei 2013

Cara terjemahan pada masa kini yang menggunakan pen Al-Quran....



Add caption
Pelajaran  dalam Menterjemah - Kata Benda

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Kata benda (nominal) adalah kata atau frase yang menunjukan kepada jenis atau nama benda, baik yang bernyawa seperti orang, binatang, dan tumbuhan, maupun benda yang tidak bernyawa seperti benda, tempat, dll.
Contoh :
محمد = Muhammad, علي = Ali
قط = kucing, كلب = anjing
مكة = Mekah, عرب = Arab
استثمار = Investasi                     
السيوعية = Komunisme 
رجل = laki-laki, امراءة = perempuan
الحق = kebenaran,
كتابة = tulisan, قراءة = bacaan
dan lain-lain.

Seperti yang telah kita pelajari dalam pelajaran 1 tentang kata, dalam proses menerjemahkan, kita akan menemukan kata yang mempunyai arti kamus dan kata yang tidak mempunyai arti kamus.

Kata benda yang mempunyai arti kamus di atas misalnya kata 
كلب , ثقافة , dll, dimana kita harus minimal membuka kamus untuk mengetahui arti atau maknanya.

Sebaliknya bagi kata benda seperti
 محمد , علي , atau مكة , kita tidak perlu membuka kamus untuk mengetahui artinya. Kita hanya cukup memindahkan huruf dan bunyinya dalam tulisan latin. Misalnya kata علي , cukup kita terjemahkan dengan kata ‘Ali’ saja.

Bagaimana dengan kata 
القاهرة atau الإسكندرية. Maka ini merupakan pengecualian. Dimana kata القاهرة atau الإسكندرية tidak langsung diterjemahkan dengan al-qohiroh dan al-iskandariyah, tetapi harus diterjemahkan dengan Kairo (Cairo) dan Alexandria.

Dengan banyak berlatih, insya Allah kita bisa menerjemahkan kata-kata benda di atas dengan baik..

Ahad, 17 Mac 2013


Beberapa contoh kalimah yang boleh diucapkan oleh wanita (kepada orang yang telah dihalalkan, tentunya) disalin dari bukunya Dr. Najla’ As-Sayyid Nayil:

جزاك االه خيرا           (jazaakallahu khairaa)  “..Semoga Allah membalas kebaikanmu..”
بارك الله لك                  (baarakallahu laka) “..semoga Allah memberkahimu..”
حفظك الله (                  hafidzokallah) “..semoga Allah melindungimu..”
طلابك مجاب من عيني  (Tholaabuka mujaabun min ‘aini) “..permintaanmu segera kulaksanakan..”
لو سمحت                      (Lau samahta) “..kalau engkau tidak keberatan..”
من فضلك                      (min fadhlika) ..dengan segala hormat, aku mohon kepadamu..
أنت تأمر                        (anta ta’muru) “..engkaulah yang berhak menyuruh..”
لا تغيب علينا                 (laa taghiibu ‘alayna) “..jangan tinggalkan kami..”
نحن ننتظرك بالصبر       (nahnu nantadziruka bis sobri) “..kami menunggumu dengan sabar..”
ما اجمل منظرك ! و أحبه اليّ  (maa ajmalaa mandzoroka! wa ahabba ilayya)sungguh indah penampilanmu!   dan aku sungguh suka gayamu..
ما اجمل ذوقك  (maa ajmala dzauquka) “..sungguh bagus seleramu..”
حاضرة (haadiroh) “ya hadir..”
لا أجد السعادة الاّ معك   (laa ajidus sa’aadah illa ma’aka) “aku tidak bahagia kecuali bersamamu”
هل ترضى اليّ؟    (Hal tardhoo ilayya?) “apakah engkau ridho terhadapku?”
هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى (haadzihi yadii biyadika. laa aktahilu bighomdi hatta tardhoo..) “..Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan boleh terpejam hingga engkau redha.”[3]